Try for free! 30 day Trial and Free Lections

Pengertian Docker, Fungsi, Fitur dan Penggunaannya

Pengertian Docker, Fungsi, Fitur dan Penggunaannya

Istilah Docker mungkin masih terdengar asing bagi Anda. Namun platform satu ini sudah banyak digunakan oleh pengembang perangkat lunak. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengembangkan sebuah software memang sangat penting dan harus dilakukan dengan seefisien mungkin.

Apalagi jika dilakukan di berbagai lingkungan pengembangan sekaligus. Nah, platform inilah yang bisa menjadi salah satu solusi untuk mempermudah proses tersebut. Jika Anda belum paham betul tentang platform satu ini, berikut adalah pembahasan yang tidak boleh Anda lewatkan.

Pengertian Docker

Anda mungkin masih bertanya-tanya mengenai apa itu Docker sebenarnya. Docker merupakan platform yang digunakan untuk mengemas berbagai file perangkat lunak ke dalam unit yang disebut sebagai kontainer. File software yang ada di dalamnya dikemas dengan komponen pendukung yang dibutuhkan seperti code, library, runtime, dan system tools agar aplikasi bisa berfungsi dengan baik.

Docker adalah platform open source yang akan memudahkan dalam proses pengembangan, shipping, dan juga menjalankan suatu aplikasi. Dengannya maka Anda bisa memasukkan aplikasi dari infrastruktur sehingga pengiriman software-nya menjadi lebih cepat.

Lalu mengapa Anda memerlukan kontainer seperti yang ditawarkan oleh Docker? Dalam pengembangan aplikasi, sang developer akan memerlukan virtualisasi di server agar bisa berjalan dalam berbagai platform dengan konfigurasi hardware yang berbeda. Namun sayangnya saat menggunakan virtualisasi maka Anda harus menyiapkan satu sistem operasi secara penuh.

Sehingga jika dibutuhkan beberapa virtualisasi maka server perlu resource yang besar pula. Nah, di sinilah peran kontainer bermula yaitu bisa digunakan sebagai alternatif virtualisasi sehingga tidak perlu sistem operasi secara penuh. Selain itu, dengan container maka ukuran file akan menjadi lebih kecil daripada dengan virtualisasi yang bisa digunakan.

Fungsi

Setelah memahami tentang pengertiannya, kini kita akan membahas tentang fungsi dari platform ini. Berikut adalah beberapa fungsinya untuk mempermudah pengembangan suatu aplikasi:

Bisa Digunakan untuk Debugging

Fungsi pertama yaitu bisa digunakan untuk melakukan debugging. Waktu yang dibutuhkan juga tergolong sangat cepat yaitu hanya sekitar 1 menit saja untuk melakukan proses debug pada Sandbox. Selain itu fitur debug juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah pada aplikasi tanpa perlu susah payah meninggalkan environment.

Membantu Mengembangkan Aplikasi

Platform ini membantu memudahkan pengembagan aplikasi dengan cara menyediakan environment yang stabil untuk bisa dijalankan pada perangkat apa pun, mulai dari cloud server hingga komputer pribadi sekalipun. Selain itu resource yang dibutuhkan juga bisa lebih hemat.

Membantu Pengembangan Kode Pipeline

Fungsi selanjutnya dari Docker adalah bisa digunakan untuk mengatasi masalah pengelolaan code pipeline. Selain itu developer juga bisa memanfaatkannya untuk melakukan pengujian kode pipeline beserta tools yang diperlukan dengan lebih mudah.

Menunjang Produktivitas

Dengan adanya bantuan dari kontainer yang dimiliki platform ini maka para developer bisa menjalankan berbagai layanan sekaligus sehingga mampu menunjang produktivitas mereka dalam melakukan pengembangan aplikasi skala besar. Selain itu, durasi pengembangan software juga bisa menjadi lebih singkat.

Mendukung Multi Tenancy

Platform ini memiliki kemampuan untuk mendukung pembuatan aplikasi yang berstruktur multi-tenance seperti Software as a Service atau SaaS. Misal jika perusahaan akan mengembangkan program multi tenance untuk pengaplikasian Internet of Things atau IoT, maka perusahaan bisa memuat lebih dari 1 environment tanpa pengisian ulang pada aplikasi utama dan menjelaskan objek aplikasi untuk setiap tenant. Jika proses ini dilakukan secara manual tentunya akan memakan lebih banyak waktu.

Menyederhanakan Konfigurasi

Fungsinya yang terakhir yaitu mampu menyederhanakan konfigurasi sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yang dijalankan. Selain itu platform ini juga tidak memiliki overhead sehingga developer bisa menjalankan aplikasi yang diuji tanpa perlu konfigurasi tambahan.

Fitur yang Dimiliki

Setelah membahas tentang apa itu fungsi docker, kini kita akan membahas tentang fitur-fitur yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa fiturnya:

Docker Compose

Fitur ini merupakan salah satu fitur unggulan yang memiliki fungsi untuk menjalankan beberapa kontainer atau multi container sehingga bisa menghemat banyak waktu.

Docker Engine

Merupakan fitur yang digunakan untuk membuat image dan container.

Docker Hub

Merupakan registry yang berisi kumpulan dari image-image sehingga bisa Anda gunakan untuk mengumpulkan image.

Docker for Windows

Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menjalankan container pada sistem windows. Bisa dikatakan bahwa fitur ini paling banyak digunakan daripada fitur lainnya.

Docker for Mac

Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menjalankan container pada sistem operasi Mac.

Docker for Linux

Fitur ini juga memunginkan penggunanya untuk menjalankan kontainer pada sistem operasi Linux.

Penggunaan

Docker bisa digunakan untuk berbagai pengembangan aplikasi, termasuk saat melakukan pengujiannya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakannya untuk menjalankan banyak workloads dalam hardware yang sama, membangun sistem pengolahan data dengan skalabilitas yang tinggi, membuat platform yang sepenuhnya dikelola oleh developer.

Kemudian untuk mendeploy kode dengan integrasi dan delivery pipeline yang terstandarisasi, membangun dan menjalankan distribusi arsitektur microservice, melakukan responsif deployment dan scaling, membuat dan mengirim aplikasi dengan infrastrukturnya, dan lain sebagainya. Demikianlah pembahasan tentang Docker mengenai pengertian, fungsi, dan juga penggunaannya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan anda tentang dunia Devops, jika anda ingin tau lebih banyak lagi kunjungi kami di Studi DevSecOps.